Oleh: agastya | Maret 6, 2009

Anak Jalanan

Sore itu di benhil raya terlihat rame karena lalu lalang jam pulang kantor. Supranu terburu2 bergegas dari ngantor menuju tempat peristirahatannya di bilangan benhil. Begitu pintu kamar kos terbuka.. ditanggalkannya satu persatu jaket dan baju yang melekat dari tubuhnya.. Sebelum kelupaan, handuk pink yang lumayan pudar disabetnya dari jemuran depan kamar. Berselang keran air bak dilonggarin dan mengucurlah air dari tandon. Guyuran air yang membasahi tubuhnya seakan berada dibawah air terjun niagara-gara.. ah.. segarnyaa..

Sebelum adzan maghrib berkumandang, setelah yakin dandanan rambut belah pinggirnya udah rapi bergaya semi spike, Supranu dengan tunggangan motor supra fit-nya meninggalkan kos untuk segera menuju kampus. Dirasa masih ada waktu, motornya diparkirlah di masjid dan untuk melampiaskan rasa laparnya, mampir nongkrong di tenda pecel lele pinggir jalan deket masjid benhil.

Dua orang bocah perempuan lusuh, kurus, berkulit gosong, berambut semi coklat efek matahari, mampir duduk di bangku2 warung tenda pecel lele itu. Sebut saja si sherly dan si monica (ga tau nama sebenarnya). kedua bocah itu seumuran sekitar 6-9 tahun. Supranu belum merasa untuk berurusan dengan bocah itu, mereka masih menyambangi konsumen pecel lele lainnya untuk meminta sesuatu yang mereka minta. Karena tidak juga mendapat belas kasih dari konsumen lain, dua bocah itupun menghampiri Supranu  dengan duduk berhadapan dalam satu meja makan. Seolah-olah mereka sedang ikut makan bersama dengan Supranu. Bila dibanding profesi sejenis biasanya hanya berdiri disamping calon dermawan dan pergi ketika dermawan itu tidak merespon, kini mereka ikut duduk bersebelahan dengan calon dermawan.

oom.. minta ya oom.., Ooom.. minta makan ya om.. saya belum makan oom..

Supranu merasa pernah melihat mereka berdua beredar di sepanjang benhil ini. Terakhir kalo tidak salah dia berdua dibonceng motor oleh seorang pria sehat di sekitar benhil. Sebenarnya iba rasanya melihat mereka.. tapi Supranu cuek dan tidak meladeni mereka..

Karena ga juga pergi dari meja, Supranu menolak mereka agar mereka segera pergi.

supranu : “..minta aja yah ama orang tua kalian..” mereka malah tetep meminta.. yaudah, Supranu iseng2 ngemeng2 ama mereka.

supranu : ” kalian tinggal dimana..?”

“di pintu aer om.. ” jawab si monica. /*nama samaran terlalu keren*/

supranu : “minta ama orang tua kalian aja yah.., orang tuamu dimana?”

monica : “bapak saya ee… sherly..!! ditanya tuh mana orang tua lu..,orang tua lu mana sher?”

/*sherly  ga nyambung seperti bingung mikir jawabannya.*/

sherly : “udah meninggal yak..!!”

monica : “eeh bukannn.. kalo engkong udah meninggal.. , bapak masih ada.., kalo ibu saya kawin lagiii..!!”

sherly : ” iya..om..!”

monica : “minta makan disini ya om..!”

Sungguh kasihan sekali nasib mereka.. Mereka harus menjalani kehidupan seperti itu.. Teringat kembali terakhir mereka terlihat dibonceng seseorang pria di daerah benhil. Mungkinkah pria itu yang menge-drop mereka di kawasan benhil, lalu menjemput lagi setelah sehari “bekerja“. Supranu merasa itu adalah kewajiban orang tua, sedangkan orang tua mereka menelantarkan bahkan mengekploitasi untuk mempekerjakan sebagai peminta-minta di jalanan. Di sisi lain bila kita memberi mereka belas kasihan, mereka akan termanjakan dengan kebiasaan meminta-minta yang akhirnya membuat mereka malas untuk bekerja. Lebih menghargai seorang pedagang asongan di bis atau di jalan-jalan. Setidaknya mereka berusaha untuk menghidupi kebutuhannya sekalipun hasilnya kadang lebih kecil dari meminta-minta..

yeah.. hidup itu pilihan..

//—nama-nama yang terlibat hanya samaran—//


Responses

  1. hm,misi jalan2 ke blog orang2 berlanjut nih nu…

    kmaren abis dari blognya rere….
    skarang numpang mampir sini yak…

    oiya, cuti nya jgn kelamaan boss..
    lamaran mah bntar aja (ups…)
    hehe

    ditunggu pak iwan loe….

  2. hihihihi, kenapa lu nggak bilang sama mereka, latihan acting dulu gih sama temen oom

    baru kalian bisa mengemis dengan meyakinkan…

    hihihihi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: