Oleh: agastya | Maret 3, 2009

Saatnya menyampaikan SPT Pajak

SPT PajakPajak hari gini?? Apa kata dunia??  /*halah..*/

Pajak merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Indonesia. Dalam bahasa gampangnya, ibarat seseorang wajib membayar kas/iuran untuk suatu organisasi yang dipakai untuk kepentingan bersama juga. Tapi kalo pajak sifatnya wajib, maksain, ada undang2nya, hasilnya untuk penyelenggaraan negara. Berbeda sama iuran kas atau uang arisan ibu2 RT di kampung. Ibu2 arisan bisa narik duit arisan, panci, kompor, motor dll. Kalo pajak ga dapet secara langsung, bahkan ga keliatan. Ya kalo kita jaman dulu pernah sekolah di SD negeri diajar oleh paguru,  pergi naik bis Damri, dibantu pak polisi nyeberang jalan, berobat ke RS pemerintah, jalan malem2 udah ada lampu penerangan jalan, mo pulkam naik pesawat dah ada bandara, pelabuhan laut juga ada, stasiun kereta ada, jalan raya, jembatan, halte, bendungan, irigasi, subsidi pupuk bagi petani bikin beras ga mahal, dll. Yang kesemuanya itu dibiayai dengan anggaran negara (APBN). Yang salah satu sumber pendapatannya sekitar 70% nya berasal dari pajak. Kalo cuman ngarepin dari hasil BUMN, ga nutup buat pengeluaran negara sebanyak itu, bahkan malah harus ngutang keluar negeri atau nerbitin SUN.

Kok malah kayak di iklan pajak yah..?? yeah.. yang dulu pernah dapet mata kuliah keuangan negara..

Kebetulan bulan februari  kemarin masih dalam suasana menjelang berakhirnya “sunset policy“, bagi yang belum punya npwp dan belum pernah lapor pajak dihimbau buat npwp dan lapor pajaknya. Sebagai karyawan yang penghasilannya melebihi PTKP (penghasilan tidak kena pajak) punya kewajiban untuk melaporkan pajak yang telah dipotong oleh pemberi kerja. Setahun cuma sekali aja kok laporannya. Yaaa.. itung-itung repot sedikit buat negara lah.. meluangkan waktu buat ngitung pph, ngisi spt, laporin via tiki (nambah biaya kirim Rp.14K,- untuk tujuan KPP Pratama Salatiga). Mungkin untuk menghindari antrian di akhir tanggal pelaporan, sebaiknya lapor di hari2 sepi kayak sekarang deh..

Kebetulan kantor memberi kebijakan agar para karyawannya melaporkan SPT sebelum akhir bulan februari, padahal batas waktu paling lambat lapor SPT adalah 31 Maret. Yaudah, tinggal nurut ajalah.. toh megisi SPT tidak sulit, buat karyawan biasa cuma ngisi formulir SPT 1770 S (SPT Tahunan Orang Pribadi karyawan). Kalo kita dapat bukti potongan pajak dari kantor/perusahaan cuma dilampirin doang. Masalahnya apakah kita mau melaporkan semua dengan benar dan lengkap? nah.. itu tuh yang bikin kita kepikiran aja.. jangan-jangan ntar ada yang salah, atau nanti ketahuan ada penghasilan lain yang ga dilaporin terus ditagih pajaknya.. atau pajak tahun-tahun sebelumnya diungkit-ungkit lagi.. yeah.. selama kita laporin dengan benar sesuai bukti2 nya, insyaAllah aman lah.

yuk, yang belum lapor pajak..

bisa download formulir disini..

Iklan

Responses

  1. yuuk….

    lanjutt….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: