Oleh: agastya | Februari 19, 2009

Ortu datang, ngajakin jalan-jalan

Selama menjadi warga jakarta yang sudah menetap hampir 7 tahun ini, orang tua di kota halaman sana hanya berkunjung ke tempat ranu beberapa kali saja.. terakhir pas ranu diwisuda di JCC 2005 silam.. yeah,..wajar saja. Tapi ranu masih sering pulang ke kota halaman yang masih satu pulau dengan Jakarta ini.

Kali ini orang tua kebetulan datang dimari gara2 mo menghadiri acara kawinan sepupu. Ya sebagai saudara dekat, haruslah hadir sekalian menyambung silaturahim yang biasanya setahun sekali saja ketemu pas lebaran.Yaudah, urusan kondangan selesai, sekarang waktunya jalan2.. :-). Ada bapak’e nyong, mak’e, adik, sindhuk ama saudara lainnya main deh ke Taman Mini.

Terakhir kali ke TMII masih jaman piknik SD kali ya. Hehe.. masih krucu-krucu..

“waktu itu masih kecil seneng banget liat museum-musem disini..”

Kali ini ranu yang bertindak sebagai sopir sekaligus photograper, tapi baru kali ini bawa mobil padahal aku jarang menjamah kawasan ini. Cukuplah mengandalkan petunjuk rambu2 jalan ama arahan pakde.

Jalan ke keong masTujuan utama yaitu ke keong mas, mau liat imax theater. Kebetulan ada yang belum pernah, jadi skalian biar tahu ada apa sich di keong mas itu.. Hari itu ada promo dari kartu debit mandiri. Jadi harga tiket yang biasa Rp. 30.000,- bila bayar pake kartu debit mandiri dapet diskon 50% setiap kartu maksimal untuk 4 tiket.  Jadi kena Rp. 15.000,- per orang. Lumayan deh..

sardine Judul yang diputar saat itu adalah “The Wild Sea”. Yaitu film dokumenter yang menceritakan tentang kehidupan laut dalam di perairan afrika timur hingga afrika selatan. Kehidupan ikan sardines yang biasa kita makan ikan kalengan. Sekumpulan ikan-ikan yang hidup bergerombol dalam mempertahankan hidup di dunia laut yang ganas. Banyak para predator baik dari ikan hiu pemangsa, burung predator, maupun manusia dengan kapal modern penangkap ikan. Intinya bagaimana lingkungan alam termasuk manusia bisa menjaga kelestarian semua populasi ikan di lautan.

gondolaNext destination is … kereta gantung.. tapi bapak’e sama mak’e ga ikutan.. Dengan tiket Rp. 25.000,-  (ga ada diskon) kita dapat menikmati kereta gantung dari ujung taman mini hingga keujungnya untuk perjalanan PP.

Selanjutnya karena tertarik ke salah satu anjungan rumah adat propinsi Sumatera Barat, kami pun menyempatkan melihat-lihat juga berfoto-foto. namun karena mendung dan gelap, kami segera pulang. Beberapa saat kemudian hujan pun turun begitu derasnya.. pengunjung banyak yang berlarian mencari tempat berteduh.. Alhamdulillah kami sudah di dalam mobil.. Jadi teringat jaman dulu ketika main kesini, masih jalan kaki untuk menuju dari anjungan satu ke anjungan lainnya. Lain kali ranu bakal mau ngajakin lagi ke tempat lainnya.. semoga..

Iklan

Responses

  1. aku mampir..mampir… 😀

  2. anyway, aku pernah naik kereta gantung itu, asik juga sih rasanya. tapi agak serem-serem. maklum di rumah gue di kalimantan ga ada yg begituan. hahaha

  3. dulu jaman gw SD, hampir tiap tahun pasti karyawisatanya ke taman mini.

    tahun ini musium komodo, trus berikutnya musium pahlawan, trus musium apalah entah namanya….

  4. jaya truzzzzz…… t0k Musium keong mas yea……!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: