Oleh: agastya | Juli 9, 2008

11 hari dalam gelap

Sudah 11 hari lebih listrik di kost padam. Bukan dalam rangka pemadaman bergilir oleh PLN yang akhir2 ini sedang marak2nya program pemadaman itu. Bukan pula karena listrik di kost ga kuat akan beban penggunaan perangkat elektronik di kos2tan seperti AC, radio, TV, kulkas, waterheater, blender, charger, komputer, rice cooker, magic jar, kipas anginer, microwaver, mesin cucier, dan ier-ier yang laen.. bukan.. bukan semua itu.. tapi apa..?

dengan sedikit menunduk.. “listrik panel PCB dicabut PLN.., listrik 6 bulan ga dibayar”

benar-benar keterlaluan ga sih? rumah kos berlantai 2, sejumlah 6 kamar dari 12 kamarnya untuk kost2an, dihuni >15 jiwa, dengan daya listrik 4400 watt berlokasi di bilangan benhil, selemparan batu dari jalan protokol Sudirman, 3 menit dari jalan Gatot Subroto, 3 menit dari Tol Dalam Kota, tanpa listrik nyala… Setiap malam harus membakar lilin untukmenerangi ruangan ketika kesulitan mencari hape yang udah mati kehabisan baterai.

“Hidup adalah perbuatan!” begitulah slogan politikus kita yang sering muncul di tipi atau baliho raksasa di perempatan jalan. Namun ketika hidup berubah menjadi mati, maka… “Mati adalah tidak berbuat!”. sama halnya ketika listrik di kost mati. Nyaris ga bisa berbuat sesuatu… Mau apa-apa sulit. Jadi teringat jaman dulu pernah mengalami hidup tanpa listrik di desa grandmother (mbahku). Cuma lilin ama petromaks buat nerangin kegelapan malam. Ngga ada ricecooker, kulkas, mesin cucier, komputer, tv adanya pake accu.

Yang namanya Hikmah selalu hadir dalam setiap kejadian. Hubungan antar penghuni kost bertambah erat, merasa senasib sepenanggungan. Lebih bisa mengenal satu sama lain, berbeda ketika lampu nyala. Semua penghuni kos sibuk di kamar masing2 dengan seperangkat alat hiburan digital dewasa ini. Yah.. paling2 tidur bak gorilla di musim dingin. 🙂  Namun ketika tanpa listrik nyala,  semua bisa berkumpul bareng di  balkon di tengah cahaya lilin temaram. Entah kenapa baru sekarang pada berani ngumpul.. hehehe.. apakah ngga PeDe (percaya diri) kalo dirinya keliatan dalam terang? jadi karena gelap jadi ga keliatan muka gw.. hahaha.. yaah pengalaman tinggal di kost2an ‘dudul’. Tapi, hikmah negatifnya tetep ada. Hubungan antara penghuni kost dengan penguasa kost si RM (bukan nama sebenarnya, tapi nama inisial, mukanya mirip artis Fariz RM – red) jadi merenggang. yaiiyaalah.. males dah berhubungan sama si RM. Udah bayar kost selama ini ma dia, tapi listrik ga dibayar ke PLN. hehehe.. malah yang ngurus2 pasang listrik baru si adiknya RM. aneh deh gw, mau aja nge kost disini..

Tapi selasa kemarin udah di pasang lagi listriknya ma PLN, buset.. seperti pasang baru.. jatuhnya lebih mahal lah, plus biaya pasangnya sekitar 2 juta.. ada-ada aja…


Responses

  1. yah, jadiin pengalaman aja kali yah.

  2. btw btw
    berdasarkan cerita2 lu, gw jadi terpikir, kata orang2 kan biasanya kalo mati lampu suka banyak maling…

    nah, selama mati lampu si maling beraksi nggak? ato jangan2 karena gelap lu nggak sadar tipi flat stylish lu udah ngga ada????

  3. yep, that’s life! Jakarta’s life…

  4. nice blog

    Direct Download Movies
    dllmovie.org


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: